MENGENAL AUDITING

Well hello! Perdana banget ini postingan pertama saya selain intro hehehe😭
Yuk anak akuntansi merapattt hehe. Yeps, pada postingan kali ini akan saya bahas mengenai auditing. Apasih yang dimaksud dengan auditing? Langsung saja mari kita bahassss!

Hal Penting dalam Proses Audit yang Wajib Anda Ketahui 2
sumber : https://www.jurnal.id/id/blog/proses-audit/


1. Pengertian
     Auditing atau pengauditan adalah proses pengumpulan dan pengujian bukti audit secara sistematis dan objektif tentang objek audit, untuk menentukan tingkat kesesuaian objek audit dengan kriteria yang berlaku, serta mengkomunikasikan hasil audit kepada para pihak yang berkepentingan.

      Auditing atau pengauditan intinya adalah pemeriksaan untuk menguji kesesuaian objek pemeriksaan dengan standar atau aturan yang berlaku. Pengauditan dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menguji bukti pendukung objek pengauditan.
Contohnya, saldo persediaan di neraca diperiksa kebenarannya (diaudit) dicocokkan dengan jumlah persediaan yang ada di gudang. Orang yang mengaudit disebut auditor.

Nah, agar audit dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, maka auditor harus mendokumentasikan pekerjaan audit yang telah dikerjakannya. Dokumentasi pekerjaan tersebut disebut dengan kertas kerja audit.

2. Pentingkah Audit Dilakukan?
      Apakah perlu diadakannya auditing? Jawabannya, yes of course, perlu! Karena ada kemungkinan adanya kesalahan atau penyimpangan entah itu error (kesalahan yang tidak disengaja) maupun fraud (kecurangan yang disengaja) pada objek audit.

3. Objek Audit
    Berbagai hal yang perlu diaudit karena adanya potensi kesalahan, antara lain:
         a. laporan keuangan, 
         b. laporan pelaksanaan kegiatan,
         c. sistem dan prosedur
         d. kebijakan manajemen, dan lain sebagainya yang mencakup kegiatan perusahaan.

4. Contoh Kesalahan Sehingga Perlu Diadakannya Pengauditan
     Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, kesalahan atau penyimpangan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu error dan fraud. Dimana error adalah kesalahan yang tidak disengaja, dan fraud adalah kesalahan atau kecurangan yang disengaja.
         a. Contoh error
             Error lebih merujuk kepada salah penyajian yang tidak disengaja, seperti salah pengumpulan   data, salah mengentri data, salah dalam menginterpretasi data, salah penjumlahan, salah dalam menerapkan prinsip-prinsip akuntansi karna ketidaktahuan.
         b. Contoh fraud
             Fraud merujuk kepada memanipulasi data atau merubah dokumen pendukung untuk kepentingan diri sendiri maupun salah satu kelompok agar laporan keuangan menjadi lebih baik (window dressing) , salah saji atau kelalaian yang disengaja dalam pengungkapan transaksi, penyimpangan atas aset, korupsi, dan penyimpangan lain yang tidak sesuai dengan etika dan aturan yang berlaku guna kepentingan salah satu individu maupun kelompok.

5. Dokumentasi Audit
     Menurut standar auditing, dokumentasi audit adalah catatan utama tentang prosedur audit yang diterapkan, bukti yang diperoleh, dan kesimpulan yang dihasilkan auditor dalam melaksanakan penugasan. Dokumentasi audit harus mencakup semua informasi yang perlu dipertimbangkan oleh auditor untuk melakukan audit secara memadai dan untuk mendukung laporan audit. Dokumentasi audit dapat juga dianggap sebagai kertas kerja, meskipun akhir – akhir ini semakin banyak dokumentasi audit yang diselenggarakan dalam file komputer.

Tujuan dokumentasi audit secara keseluruhan adalah untuk membantu auditor dalam memberikan kepastian yang layak bahwa audit yang memadai telah dilakukan sesuai dengan standar audit. Secara spesifik, dokumentasi audit merupakan

  • Dasar bagi perancanaan audit berikutnya
  • Catatan mengenai bukti yang dikumpulkan dan hasil pengujian
  • Data untuk menentukan jenis laporan audit yang tepat
  • Dasar bagi penelaahan oleh supervisor dan partner
     Dokumentasi audit yang disiapkan selama penugasan merupakan milik auditor. Pada setiap akhir penugasan, file audit ini akan disimpan di kantor akuntan publik untuk digunakan sebagai acuan audit di masa penugasan berikutnya. Auditor harus senantiasa melindungi file auditnya setiap waktu.

   Selama pelaksanaan audit, auditor biasanya akan memperoleh sejumlah besar informasi yang bersifat rahasia mengenai kliennya, seperti besarnya gaji manajer dan direktur, harga pokok produksi, rencana pengembangan bisnis, perancangan produk baru dan rencana kegiatan promosi. Sesuai dengan kode perilaku profesional, auditor tidak boleh mengungkapkan setiap informasi rahasia mengenai kliennya yang diperoleh selama penugasan audit kecuali dengan persutujuan klien atau diminta oleh pengadilan. Ijin dari klien tidak diperlukan jika dokumentasi audit diminta oleh pengadilan sebagai bukti hukum, atau digunakan sebagai bagian dari program peer to peer yang disetujui oleh lembaga profesi.

    Pada dasarnya, isi file audit dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu file permanen dan file tahun berjalan. File permanen berisi data historis menganai klien yang memiliki keterkaitan secara terus – menerus dengan audit saat ini. File ini dapat menjadi sumber informasi yang penting mengenai audit dari tahun ke tahun. Adapun file tahun berjalan mencakup semua informasi dan data yang terkait secara khusus dengan penugasan audit dalam tahun berjalan.

    File permanen umum nya meliputi:
  • Kutipan atau salinan dari dokumen perusahaan yang terus penting
  • Dokumentasi pengendalian internal
  •  Hasil prosedur analitis tahun sebelumnya
  • Rencana dan program audit
  • Neraca saldo periode berjalan
  • Jurnal penyesuaian dan reklasifikasi
  • Skedul pendukung
6. Tahapan Audit Laporan Keuangan
    Adapun tahapan-tahapan audit laporan keuangan sebagai berikut:
  • Penerimaan Perikatan Audit : Perikatan merupakan suatu kesepakatan kedua belah pihak. Dalam hal audit maka kedua belah pihak ini adalah pihak auditor dan perusahaan yang biasanya diwakili oleh manajemen. Sebelum melaksanakan audit, maka harus ada sebuah kesepakatan yang harus dibuat dan disetujui bersama. Bentuk perikatan ini dalam bentuk surat perikatan audit.
  • Perencanaan Proses Audit : Selanjutnya yaitu merencanakan proses audit. Untuk membuat perencanaan audit, seorang auditor harus melakukan beberapa kegiatan seperti memahami bisnis dan industri klien; melakukan prosedur analitik; menentukan materialitas, menetapkan risiko audit dan risiko bawaan; memahami sturktur pengendalian intern dan menetapkan risiko pengendalian; mengembangkan rencana audit dan program audit.
  • Pelaksanaan Pengujian Audit : Setelah membuat perencanaan audit maka saatnya melaksanakan pengujian audit. Pada tahap ini, auditor akan melakukan pengujian analitis, pengujian, pengendalian, dan pengujian substantif.
  • Pelaporan Audit : Tahap terakhir yaitu pelaporan audit. Laporan audit adalah hasil dari pekerjaan audit yang telah dikerjakan. Laporan audit biasanya mencakup jenis atau jasa yang diberikan, objek yang diaudit, lingkup audit, tujuan audit, hasil audit dan rekomendasi yang diberikan jika ada kekurangan, dan informasi lainnya.
7. Hasil Audit Laporan Keuangan
      Setelah proses audit selesai dilakukan akhirnya auditor akan memberikan hasil dari proses audit tersebut. Adapun hasil audit ini tercermin dari opini audit. Opini audit laporan keuangan ada empat macam, yakni:
  • Wajar Tanpa Pengecualian / Unqualified Opinion, artinya laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
  • Wajar Dengan Pengecualian / Qualified Opinion, artinya laporan keuangan dapat diandalkan tetapi masih ada beberapa masalah / pos yang dikecualikan agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
  • Tidak Wajar / Adversed, artinya laporan keuangan tidak disajikan sesuai dengan standar akuntansi atau ada kesalahan material dalam laporan keuangan tersebut.
  • Tidak Memberikan Pendapatan / Disclaimer, artinya laporan keuangan memiliki kesalahan yang material dan manajemen membatasi lingkup pemeriksaan sehingga auditor tidak menemukan bukti yang cukup.


8. Contoh Laporan Auditor Independen Wajar Tanpa Pengecualian
Laporan Audit Independen
Yth.
Direksi dan Dewan Komisaris
PT. Sejahtera Jaya Bahagia
Jl. Cikalang Girang No. 12a
Tasikmalaya
Kami telah mengaudit neraca PT Sejahtera Jaya Bahagia per 31 Desember 2015 dan 2016 dan laporan rugi-laba, perhitungan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan tersebut berdasarkan proses audit yang kami lakukan.
Kami melaksanakan auditing berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mewajibkan kami untuk merencanakan dan melaksanakan auditing agar kami memperloleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah jadi yang material. Suatu proses audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bahan bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen perusahaan, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas tersaji secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. Sejahtera Jaya Bahagia per 31 Desember 2015 dan 2016, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Kantor Akuntan,
Rolif Fatkur, SE., MMSI
10 Maret 2017





Sumber :
  1. Ppt Bag 1, Auditing dan Profesi Akuntan Publik oleh Drs. Sururi, M.B.A., Ak., C.A.
  2. http://gemar-akuntansi.blogspot.com/2016/04/dokumentasi-audit.html
  3. https://www.jurnal.id/id/blog/proses-audit/ 
  4. https://satriabajahitam.com/contoh-laporan-audit-independen/

               




Komentar

Postingan Populer